Komnas Perempuan: Kampus Jadi Lingkungan Pendidikan dengan Kasus Kekerasan Seksual Terbanyak

JAKARTA – Kampus atau institusi pendidikan tinggi menjadi lokasi terbanyaknya kasus kekerasan seksual yang terjadi di Indonesia selama periode 2015-2021. Selama periode 2015-2021, Komnas Perempuan menerima 67 laporan kasus kekerasan seksual di Indonesia. lingkungan pendidikan. Dari seluruh laporan tersebut, mayoritas, 35%, berasal dari kampus atau perguruan tinggi.

Baru-baru ini, pada Desember 2023 misalnya, muncul kabar bahwa Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Melki Sedek, diduga melakukan pelecehan seksual.

Apakah kasus Ketua BEM UI ini memperkuat keraguan bahwa memang kampus merupakan tempat terjadinya kekerasan seksual paling banyak, seperti dilansir Komnas Perempuan?

Untuk lebih jelasnya, artikel ini membahas laporan terbanyak kekerasan seksual di lembaga pendidikan yang dilaporkan ke Komnas Perempuan antara tahun 2015 dan 2021, simak selengkapnya!

Proporsi laporan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan yang diterima Komnas Perempuan (2015-2021)

1. Kampus/Perguruan Tinggi (35 kasus)

2. Pesantren (16 kasus)

3. SMA/SMK (15 kasus)

4. Perguruan Tinggi (6 kasus)

5. Sekolah Dasar (3 kasus)

6. TK (3 kasus)

Kaderisasi Calon Pemimpin Berkarakter Pancasila Dinilai Perlu Upaya Konkret

Didierantiques, JAKARTA – Direktur Pusat Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof. Dr.K.H. Yudian Wahyuji, M.D., Ph.D memberikan pengarahan sekaligus pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) Pembuatan Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2024 dan Bimtek Permohonan Transparansi Paskibraka pada Selasa (30/01/2024) Ankol , Jakarta.

“Program Paskibraka merupakan program rekrutmen calon pemimpin masa depan yang mempunyai nilai-nilai Pancasila,” kata pimpinan BPIP itu.

Ia menegaskan, diperlukan upaya nyata dan praktis agar aparatur pemimpin negara dapat mempertahankan status Pancasila. Salah satunya melalui rapat koordinasi penunjukan Paskibraki dan pimpinan teknis terkait permintaan transparansi Paskibraki seperti yang dilakukan hari ini, ujarnya dalam keterangannya.

Merujuk pada ayat (2) Pasal 4 Perpres 51 Tahun 2022, Pemimpin BPIP menjelaskan program Paskibraki meliputi: pembentukan Paskibraki, pelaksanaan tugas Paskibraki, pengangkatan Duta Pancasil pada masa pensiun, kinerja tentang tugas Duta Pancasil dimasa purna tugas, lain-lain kegiatan Duta Besar Pancasila yang purnawirawan serta pengurusan kegiatan Paskibraki dan Purnapaskibraki.

“Semua itu (rencana Paskibraki sesuai Pasal 4 ayat 2) harus dilaksanakan secara terencana, tuntas, menyeluruh, dan berkelanjutan.” – tambah Direktur BPIP.

Kepala BPIP menyampaikan, karena Program Paskibraka harus dilaksanakan secara terencana, terpadu, menyeluruh dan berkelanjutan, maka diperlukan peran serta pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam pelaksanaan pembentukan Paskibraka. Ia menyimpulkan, “Melalui rakor ini kita berharap dapat terjalin kerjasama dari pusat hingga daerah untuk mewujudkan dan melaksanakan program Paskibrak”, Direktur BPIP dan memuji Direktur Persatuan Nasional, mungkin para politisi (Kesbangpol) serta para pimpinan dinas Paskibraki dari 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota pada rakor Paskibraki 2024.

Saat itu, dalam rapat klarifikasi program Paskibrak, Wakil Direktur BPIP Dr. Rima Agristina, S.E., S.H., M.M. Ia juga mengapresiasi para peserta rapat koordinasi “Paskibraka-2024”. Wakil Presiden yang mengibarkan bendera dan menurunkan bendera tetap Paskibraka,” kata Wakil Kepala BPIP.

“Kami tidak hanya melatih polisi menaikkan dan menurunkan bendera, tetapi melalui program “Paskibraka” kami melatih calon pemimpin negara yang berjiwa Pancasila,” tegas Wakil Kepala BPIP tersebut.

Wakil Presiden BPIP juga mencatat, pada tahun 2023, jumlah pemuda dan pemudi Indonesia yang ingin menjadi anggota Paskibraka mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan adanya pemanfaatan teknologi informasi (IT) dalam proses rekrutmen mereka yang ingin menjadi anggota Paskibrak. “Ketersediaan teknologi telah memberikan kemudahan bagi kita semua, sehingga siapapun, apapun latar belakangnya, apapun status ekonominya, apapun status orang tuanya (dan) dapat mendaftar program Paskibraka dan dapat bekerja di tingkat menengah. ,” dia berkata.

Hari itu, Wakil Direktur BPIP yang terus mengawal program Paskibraka sejak mutasi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ke BPIP menceritakan pengalaman anggota Paskibraka yang bukan anak-anak dan juga berasal dari latar belakang kurang mampu. . struktur organisasi yang mampu beroperasi pada tingkat menengah.

Diantaranya ada anak yatim piatu yang tinggal bersama neneknya. Mengingat saat makan, beberapa anggota Paskibraka mengenang bahwa orang tuanya biasanya tidak boleh makan. Warga di sekitar lokasi kemudian dipanggil untuk meminta bantuan. Banyak cerita anak-anak cantik Indonesia yang bukan anak manusia dan terpilih menjadi anggota Paskibraka bahkan di tingkat menengah.

Paskibraka dipilih menggunakan aplikasi Paskibraka. Oleh karena itu, setiap orang mempunyai kesempatan yang sama. Saat mendaftar, semua dokumen disertakan dalam lampiran. Mereka yang belum menggunakan perangkat lunak ini harus menggunakannya. Jika tidak, maka seleksi pembentukan anggota Paskibraka tidak dapat dilakukan.

Program Paskibrak akan dikoordinasikan dengan Talent Management. “Semua yang dilakukan dalam pembentukan Paskibraka, mulai dari pendaftaran, pengangkatan, pelatihan-pelatihan lainnya hingga menjadi duta Pancasila, terekam dalam sistem yang dirancang sebagai program pengelolaan talenta melalui program Paskibraka,” jelas Wakil Direktur BPIP.

Hal ini bertujuan untuk membantu pemerintah pusat dan daerah dalam pendataan putra-putri terbaik Indonesia mulai dari tingkat pusat hingga daerah. Jika diperlukan, pemerintah pusat dan daerah dapat memperoleh catatan mengenai anak laki-laki dan perempuan yang baik, yang memiliki pengetahuan, keterampilan dan pengalaman. “Kita bisa dengan mudah melihat, kita bisa mengikuti perkembangan mereka di Indonesia.” – tambah Wakil Direktur BPIP.

Kami menghadiri pertemuan Koordinator Pembentukan Paskibraka dan Bimbingan Teknis Permintaan Transparansi Paskibraka 2024, JPT Madya dan JPT Pratama di BPIP, DPP Duta Pancasila Purnapaskibraka dan Kelompok Kesehatan Paskibraka. Dewan ketenagakerjaan dan administrasi teknis akan berlangsung mulai (30.01.2024) s.d. (02.02.2024). *

Komisi X Tolak Rencana Penyetopan Alokasi Dana LPDP

Didierantiques, Jakarta – Rencana pemerintah mengakhiri alokasi APBN untuk program Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menuai kontroversi. Alokasi APBN untuk program LPDP hendaknya dipertahankan untuk semakin memperluas kesempatan anak bangsa melanjutkan pendidikan di kampus-kampus berkualitas di seluruh dunia.

“Kami menolak penghentian pencairan dana APBN untuk LPDP. “Kami yakin alokasi dana LPDP justru akan meningkat sehingga menambah kuota mahasiswa penerima beasiswa dari program ini,” kata Ketua Komisi X DPR RI Saiful Hooda dalam keterangannya, Rabu (24/1/12). 2024).

Huda mengatakan, setiap tahun APBN mengalokasikan dana pendidikan sebesar Rp 20 miliar. Dana pendidikan saat ini digunakan untuk mendanai program LPDP. “Dana Pendidikan saat ini mengumpulkan $140 triliun per tahun, yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan beasiswa hingga $5 triliun,” katanya.

Hooda mengatakan, kuota penerima beasiswa LPDP sebanyak 9.000 hingga 10.000 mahasiswa dalam setahun. Menurutnya, kuota penerima beasiswa harus ditingkatkan agar mahasiswa Indonesia mempunyai kesempatan belajar di kampus ternama dan luar negeri. “Dan salah satu cara untuk menambah kuota adalah dengan menambah dana pendidikan LPDP, bukan menghentikannya,” ujarnya.

Politisi PKB ini mengatakan, angka partisipasi keseluruhan (APK) Indonesia pada pendidikan tinggi saat ini masih rendah dibandingkan negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Salah satu faktor penyebab rendahnya APK pendidikan tinggi adalah mahalnya biaya pendidikan tinggi.

“Kami menilai pemerintah harus mulai memikirkan langkah-langkah untuk meningkatkan peluang pelajar Indonesia untuk melanjutkan ke jenjang ketiga. Hal itu bisa dilakukan dengan memanfaatkan dana pendidikan,” ujarnya.

Sebagai informasi, Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadzir Efendi mengungkapkan rencana pembekuan anggaran beasiswa LPDP. Pembatalan tersebut salah satunya disebabkan anggaran LPDP yang mencapai kurang lebih Rp 140 triliun. Oleh karena itu, menurut Muhajir, alokasi APBN untuk LPDP akan ditahan jika anggarannya masih dalam pertimbangan. Meski demikian, bukan berarti program beasiswa LPDP akan dihapuskan di kemudian hari.

4 Perbedaan Jurusan Kuliah Keperawatan dan Kebidanan, Apa Saja?

JAKARTA. Ada sejumlah perbedaan mendasar antara spesialisasi “Keperawatan” dan “Kebidanan”. Salah satu yang membedakannya adalah prospek kerja bagi lulusannya.

Ketika memutuskan untuk kuliah, mahasiswa bisa menemukan berbagai macam jurusan kuliah. Anda bisa memilih sesuai minat atau pertimbangan Anda.

Jika kita melihat dari berbagai jurusan yang tersebar di perguruan tinggi, beberapa di antaranya termasuk dalam bidang kesehatan. Tidak ada obat, tapi keperawatan dan kebidanan.

Meski sama-sama bekerja di bidang kesehatan, namun keduanya merupakan dua jurusan yang berbeda saat kuliah. Berikut penjelasannya yang dihimpun dari berbagai sumber.

Perbedaan Perawat dan Bidan 1. Pengertian

Spesialisasi “Keperawatan” ditujukan untuk melatih calon keperawatan yang kompeten. Pada unit ini, pelatihan akan menekankan pada beberapa aspek seperti keterampilan berpikir kritis, perawatan pasien yang optimal, dan penilaian klinis.

Perawat bukanlah asisten dokter. Profesi ini lebih dikenal sebagai mitra dokter yang membantu kesembuhan pasien. Selain itu, bidang spesialisasinya beragam, mulai dari keperawatan anak hingga keperawatan geriatri.

Baca Juga: Prospek Kerja Lulusan Spesialis Asuransi Jiwa, Manajer Investasi dan Ahli Aktuaria

Lanjut ke kebidanan, jurusan kuliah ini identik dengan profesi yang nantinya akan membantu ibu hamil dalam melahirkan. Sebab, lulusannya siap menjadi tenaga medis dalam proses persalinan.

Mahasiswa kebidanan belajar banyak tentang cara menghadapi ibu hamil dan bayi. Prosesnya cukup besar, mulai dari pengendalian kehamilan, pengawasan tumbuh kembang janin, pertolongan saat melahirkan hingga pemberian perawatan pasca melahirkan.

2. Pelatihan

Seperti namanya, praktisi perawat belajar banyak tentang keperawatan dan ilmu kedokteran. Beberapa kursus yang mungkin Anda temui mencakup dasar-dasar keperawatan, ilmu biomedis. Perawatan orang dewasa, perawatan anak, perawatan kehamilan dan sebagainya.

Baca juga: 8 Spesialisasi yang Cocok Berdasarkan MBTI, Tes Kepribadian, Apa Saja?

Sedangkan mahasiswa kebidanan akan menjumpai berbagai mata kuliah seperti konsep kebidanan, anatomi, fisiologi, kebidanan, asuhan kebidanan, persalinan, promosi kesehatan dan lain-lain. Selain teori, mahasiswa fakultas ini juga akan menjalani berbagai praktik.

3. Nama

Banyak universitas di tanah air membuka kursus keperawatan. Jenjangnya pun bermacam-macam, mulai dari D3, D4, S1 hingga S3.

Ciptakan Alat Ini, MAN 1 Jombang Lolos ke Final OPSI 2023

Didierantiques, JAKARTA – Madrasah Alia Negeri (MAN) 1 Jombang berhasil lolos ke babak final Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia tingkat nasional (OPSI 2023).

Salah satu wakil Jatim berhasil lolos setelah bersaing ketat dengan 66.443 peserta OPSI 2023.

BACA JUGA: Percepat Rekrutmen 1 Juta Guru PPPK, Nadiem Rekomendasikan 3 Poin Penting dalam RPP Manajemen ASN

Karya ilmiah yang berhasil membawa MAN 1 Jombang ke tingkat nasional bertajuk Kajian Awal Pembuatan Mesin Pengering Rotary Cylinder Tipe Hybrid dengan Pengontrol Sensor DHT 22 Terhadap Kualitas Gabah.

Tim yang diharapkan sebagai peserta terbaik OPSI 2023 bernama “FTR03 MANSAJO”, beranggotakan Zazkia Ananda Ryan (XI-I), Muhammad Rifqi Fathurrahman (XI-I) dengan guru pembimbing Sayyidah Jum’ati Rodliyah.

BACA JUGA: Pemimpin MAN 1 Sergai Cacat, Kasus Tercela

OPSI 2023 tingkat nasional yang pertama kali diikuti MAN 1 Jombang dilaksanakan di Hotel Peninsula Jakarta pada tanggal 5-11 November 2023.

Sayyidah pun tak bisa menyembunyikan kegembiraannya karena timnya lolos ke babak final.

BACA JUGA: Beberapa Fakta yang Diterima Kemenag Terkait Pengibaran Bendera Tauhid di MAN 1 Sukabumi

Ia terharu melihat timnya memiliki semangat dan inovasi yang besar untuk menjadi yang terbaik.

“Minggu ini tim harus mengikuti berbagai kegiatan mulai dari wawancara, expo, presentasi di hadapan juri. Alhamdulillah anak-anak bisa mengikuti semua kegiatan dengan baik,” kata Sayyidah.

Kehadiran Ketua MAN 1 Jombang, Erma Rahmawati yang menjadi inspirasi perjuangan siswanya, menjadi energi baru bagi siswanya.

“Anak-anak senang dengan kedatangan Puan Er (Kepala Sekolah). Ini menjadi penyemangat dan pengobat rindu, kita akan diajak jalan-jalan ke Pantai Ancol,” kata Sayyidah dengan wajah berseri-seri.

Sayyidah menjelaskan, penelitian yang dilakukan tim memakan waktu 5 bulan terhitung Mei hingga September 2023.

Dari kegiatan observasi di lapangan ditemukan kendala yang dihadapi petani pasca musim panen padi di kabupaten Jombang.

Analisa dilakukan sampai pengujian alat ini dirancang.

“Hasilnya dipastikan lolos tahap laporan penelitian Full Paper dan Tuhan memberikan kesempatan kepada kami untuk mengikuti Final OPSI 2023 di Jakarta,” ujarnya.

Menurut Sayyidah, Rotary Cylinder Dryer terbaru untuk mengeringkan gabah ini dilengkapi dengan sensor DHT22 yang mendeteksi kelembapan dan suhu udara, sehingga dapat diketahui waktu kering gabah sebenarnya.

Keunggulan lainnya adalah sumber energi dari baterai dapat diperoleh secara hybrid dari panel surya dan listrik konvensional.

Pada tungku burner ditambahkan elemen penghantar panas stainless dan terdapat kipas yang mengarahkannya ke arah tabung.

“Tujuan utama dari alat ini adalah membantu petani memisahkan biji-bijian dengan kualitas terbaik sesuai standar,” ujar Sayyidah bangga.

Kepala Sekolah Erma Rahmawati bersyukur atas keberhasilan siswanya.

Semua itu tidak terlepas dari kerjasama dan kolaborasi yang baik antara anggota tim dengan pihak sekolah serta adanya dukungan dari orang tua siswa.

Sinergi ini menjadikan MAN 1 Jombang sebagai salah satu MAN terbaik di Jawa Timur, kata Erma saat ditemui di Jakarta, Jumat (10/11).

Menurut alumni Universitas Negeri Jember pada OPSI 2023, ada tiga kategori yaitu Fisika dan Teknik Terapan (FTR), Matematika, Sains dan Teknologi (MST) dan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora (ISH).

MAN 1 Jombang mengikuti kategori Applied Physics and Engineering (FTR), dengan studi pendahuluan alat pengering hybrid rotary silinder dengan pengontrol sensor DHT 22 terhadap kualitas butiran.

Alat ini sesuai dengan geografi MAN 1 Jombang yang dekat dengan kawasan pertanian. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAIN… Kemenag Selidiki Kasus Guru yang Mengungsi Akibat Protes Toilet Berbayar yang Dilakukan MAN 1 Pamekasan