October 17, 2021

Cerita Kedermawanan Bocah, Sumbangkan Tabungannya ke Penghafal Alquran, Awalnya Ingin Beli HP

Cerita kedermawanan seorang bocah datang dari Kota Pekanbaru, Riau. Ia bernama Alfino yang merelakan uang tabungan untuk diberikan ke orang lain. Bocah berumur 10 tahun itu menyumbangkan isi celengannya untuk anak anak duafa penghafal Alquran.

Apa yang dilakukan warga Jalan Taskurun, Pekanbaru, Riau ini membuat banyak orang terheran heran, bahkan orangtuanya sendiri. Alfino Raditya Akbar nama lengkapnya, siswa kelas 4 SD, MIN 1 Jalan Sumatera Pekanbaru ini tampak seperti anak anak kebanyakan. Namun dibalik wajah cerianya, sifat kedermawanan yang dimilikinya diluar dugaan banyak orang.

Beberapa hari lalu, Alfino mengantar uang celengannya untuk biaya pendidikan anak anak duafa penghafal Alquran di rumah tahfiz Aldo Salam. Uang celengan yang ia serahkan tersebut berjumlah Rp 1 juta, namun seluruhnya merupakan uang jajan yang diberikan orangtuanya selama tidak masuk sekolah. "Saya hanya kasihan melihat kawan kawan yang tidak ada lagi orangtuanya, yang kurang mampu."

Orangtua Alfino, Nurdiana (44) mengatakan, uang itu adalah uang jajan Alfino yang ia kumpulkan sebanyak Rp 10 ribu setiap harinya, karena tidak digunakan, uang tersebut kemudian ditabungnya. "Awalnya ia minta belikan handphone dengan uang itu, untuk keperluan belajar daring di rumah. Ia masih satu berdua handphone dengan adiknya yang berusia tujuh tahun.

Uang yang dikumpulkannya ada sebanyak Rp 1,6 juta. Tapi ia kemudian menyampaikan uang itu ingin diserahkan untuk anak anak kurang mampu. Kami kaget, sekaligus bangga, tapi awalnya kami masih kurang yakin, mana tau hanya pikirannya sesaat, kami coba tes, mengatakan kalau uang Rp 1 juta itu banyak.

Nurdiana bekerja sebagai pedagang, demikian juga ayahnya, Asril (55). Ia menjual mukena, sajadah, dan jualan lainnya di Pasar Senggol Metropolitan City (MTC) Panam. Diakuinya, sejak kecil Alfino sudah memiliki jiwa sosial yang tinggi. Ketika berada di luar, Nurdiana harus selalu siapkan uang kecil, karena anaknya akan minta uang untuk diberikan kepada pengemis yang lewat.

Bahkan di sekolahnya, seringkali kejadian uang jajannya diberikan untuk kawan kawannya yang tidak belanja. "Ia suka mendengarkan ceramah beramah agama melalui youtube, kemudian nanti akan disampaikan kepada kami," ulasnya. Sementara itu, pemilik Rumah Tahfiz Aldo Salam, Aldo mengatakan, cukup banyak donatur yang turut membantu rumah tahfiznya selama ini, namun baru kali ini ada anak kecil yang sangat gigih dan ikhlas ingin turut membantu seperti itu.

"Selama ini, baru kali ini ada anak kecil yang membantu. Kita juga beri penghargaan khusus pesedekah termuda di rumah tahfiz kita." "Tidak hanya itu, Alfino juga menyatakan ingin membantu setiap bulannya sebanyak 100 ribu dari tabungannya kedepannya. Ini motivasi bagi kita semua, tidak hanya anak anak tapi juga orang dewasa, tentang kepedulian terhadap sesama, sekaligus tabungan untuk akhirat kelak," tuturnya. Untuk saat ini dikatakan Aldo ada 7 rumah tahfiz miliknya yang ada di kawasan Pandau, Tengku Bey, juga di Jalan Sudirman Pekanbaru.

Jumlah murid di Rumah Tahfiz tersebut berjumlah sekitar 300 orang, dan 60 orang di antaranya diberikan keringanan karena bwrasal dari anak yang kurang mampu, anak yatim dan anak anak kaum dhuafa lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *