Wamenkes Ungkap 15 Obat Sirup di Indonesia Terkontaminasi Etilen Glikol, Biang Kerok Penyebab Gangguan Ginjal Akut Anak

Selamat datang Didierantiques di Website Kami!

Didierantiques – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengatakan, pihaknya telah mengidentifikasi 15 obat sirup yang mengandung etilen glikol (EG). Zat ini diyakini berhubungan dengan masalah ginjal akut pada anak. Wamenkes Ungkap 15 Obat Sirup di Indonesia Terkontaminasi Etilen Glikol, Biang Kerok Penyebab Gangguan Ginjal Akut Anak

Pemerintah telah memerintahkan penghentian sementara penjualan sirup di semua apotek sementara penyelidikan dilakukan. Pemerintah kini juga terus mengidentifikasi cedera ginjal akut pada anak-anak di Indonesia.

“Kami terus melakukan penelitian dan melakukan banyak hal untuk mengidentifikasi penyakit ginjal akut pada anak, salah satunya penyebab infeksi akibat obat-obatan,” kata Dante seperti dikutip ANTARA. Ilustrasi obat sirup. Tips konsumsi sirup yang aman untuk anak. [DI ANTARA] China Laporkan Kasus Kematian Wanita yang Tertular 2 Virus Flu Burung

“Obat-obatan tersebut sudah diperiksa di laboratorium forensik pusat dan kami sedang mencari obat mana yang dapat menyebabkan penyakit ginjal,” ujarnya.

Dante mengatakan, pemerintah tidak melarang penggunaan parasetamol, melainkan melarang penggunaan obat dalam bentuk sirup yang mungkin terkontaminasi etilen glikol (EG).

“Bukannya parasetamol tidak boleh, yang tidak boleh karena beberapa obat ini mengandung EG dan 15 sampai 18 obat yang diuji, sirup, masih EG teridentifikasi, dan kita lihat lagi EG ini bisa gratis,” dia berkata.

Dante mengatakan, warga yang membutuhkan obat alternatif lain, seperti sirup untuk anak, bisa memeriksakan diri ke dokter.

“Dokter akan memberikan obat sintetik dan paracetamol masih aman. Bukan paracetamol yang tidak aman,” ujarnya.

Pada 18 Oktober 2022, Kementerian Kesehatan mengeluarkan instruksi tentang kewajiban mempelajari epidemiologi dan melaporkan penyakit ginjal akut pada anak.

Dalam hal ini, Kementerian Kesehatan telah menginstruksikan seluruh tenaga medis di institusi kesehatan untuk sementara waktu tidak meresepkan obat dalam bentuk cairan atau sirup hingga ada pengumuman resmi dari pemerintah.

Dante menjelaskan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah melarang penggunaan etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) pada semua obat sirup untuk anak-anak dan orang dewasa. Wamenkes Ungkap 15 Obat Sirup di Indonesia Terkontaminasi Etilen Glikol, Biang Kerok Penyebab Gangguan Ginjal Akut Anak

BPOM sedang menyelidiki kemungkinan kontaminasi DEG dan EG pada obat-obatan dan bahan lain yang digunakan sebagai co-solvent menyusul ditemukannya kontaminasi DEG dan EG pada sirup obat batuk anak di Gambia, Afrika.

Berdasarkan informasi yang dikutip BPOM dari Badan Kesehatan Dunia, obat yang diduga mengandung kontaminasi DEG dan EG antara lain obat dengan merek berikut: Promethazine Oral Solution Kofexmalin Sirup Batuk Bayi Makoff Sirup Batuk Bayi Magrip N Cold Syrup, diproduksi oleh Maiden Pharmaceuticals Limited, India .

BPOM menyatakan keempat obat yang ditarik dari peredaran di Gambia tidak terdaftar sebagai obat yang beredar di Indonesia.